Jeneponto, Pilarbangsa.co.id. – ada apa Kepala desa kalimporo, kecamatan Bangkala, kabupaten Jeneponto Habibie Arsyad hingga saat ini belum membayarkan pembebasan lahan tanah milik H.Syamsuddin Gassing yang dijadikan jalanan masuk di jembatan gantung kalimporo tahun anggaran 2025 dan dengan tidak dibayarkannya hingga saat ini.Maka H.Syamsuddin Gassing merasa kecewa terhadap kepala desa kalimporo Habibie Arsyad
H.Syamsuddin Gassing ketika ditemui dirumahnya,kepada awak media mengatakan, kepala Desa kalimporo, Habibie Arsyad sebelum dikerjakan proyek pembangunan jembatan gantung kalimporo sudah berapa kali dia datang ke rumah saya meminta saya punya tanah mau di jadikan jalanan masuk di jembatan gantung kalimporo dibeli Rp.20 juta, tetapi itu hari saya tidak mau, Namun karena anak Saya membujuk saya akhirnya saya penuhi permintaannya kepala desa kalimporo Habibie Arsyad
Dan saya punya tanah yang dijadikan jalanan masuk jembatan gantung kalimporo Lebar 3 meter dan panjang mulai dari jalanan poros kalimporo sampai kesungai ,” Ujar H.Syamsuddin Gassing.
Lanjut H.Syamsuddin gassing menjelaskan, kepala Desa kalimporo Habibie Arsyad untuk pembayaran pembebasan saya punya lahan tanah yang dijadikan jalanan masuk ke jembatan gantung kalimporo sudah berapa kali berjanji mau Dibayarkan.Namun hingga saat ini Janjinya belum ditepati,” Ungkap H.Syamsuddin Gassing.
Kepala Desa kalimporo, kecamatan Bangkala, kabupaten Jeneponto Habibie Arsyad ketika dikonfirmasi beberapa awak media dikediamannya,Kamis (30/4/2026) mengakui tanah milik H.syamsuddin Gassing Yang Dijadikan jalanan masuk ke jembatan gantung kalimporo akan dibayarkan Rp.20 juta sesuai dengan kesepakatan ,namun hingga saat ini belum menepati janjinya untuk membayarkannya dan dia berjanji kalau sudah terima gaji dia akan membayarkan kepemilik lahan tanah H.Syamsuddin Gassing,” Janji Habibie Arsyad.
(Pewarta: Jumatang)












