Jeneponto, Pilarbangsa.co.id. – Diduga melakukan penggelembungan siswa,Maka ketua Lembaga Elang hitam nusantara Republik Indonesia ( ELHAN RI) DPD kabupaten Jeneponto Ramil Sain menyoroti kepala UPT Sekolah Menengah Atas Swasta (SMAS) Yaspit Wahidah Bontojai, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan Basriati, S.Pd
Ketua DPD Lembaga ELHAN RI, Kabupaten Jeneponto Ramil Sain kepada awak media mengatakan, kepala sekolah UPT MAS yaspit Wahidah Bontojai melakukan penggelembungan jumlah siswa (mark-up) pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik) untuk kepentingan pencairan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Lanjut Ramil Sain menjelaskan,Hasil temuan Lembaga Elang Hitam Nusantara Republik Indonesia (ELHAN RI) menunjukkan adanya ketidaksesuaian data antara jumlah siswa yang tercatat di Dapodik dengan jumlah siswa yang hadir secara faktual di sekolah.
Menurut hasil monitoring yang dilakukan saat pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada Selasa, 15 April 2025, dan Ujian Akhir Semester baru-baru ini, tim ELHAN RI menemukan bahwa jumlah siswa yang tercatat dalam Dapodik adalah sebanyak 71 orang.
Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan hanya 44 siswa yang aktif hadir dan mengikuti proses belajar mengajar.
Jadi ada selisih sebanyak 27 siswa yang tidak diketahui keberadaannya di sekolah. Ini bukan hanya persoalan administratif, tapi berpotensi mengarah pada dugaan tindak pidana korupsi dan hal ini dibenarkan keterangan operator sekolah, Riska S.Pd, memperkuat adanya ketidaksesuaian siswa,sehingga mengakibatkan adanya dugaan kerugian keuangan negara sebesar Rp.50 juta,” Ungkap Ramil Sain.
Dalam pengakuannya kepada tim ELHAN RI, ia menjelaskan bahwa jumlah siswa yang dilaporkan di Dapodik Tahun Ajaran 2024–2025 adalah 71 orang, terdiri dari 14 siswa Kelas X, 11 siswa Kelas XI, dan 26 siswa Kelas XII.
Namun dalam pelaksanaan UN, hanya 24 siswa Kelas XII yang hadir, sementara dua siswa lainnya tidak diketahui keberadaannya.
“Memang dua siswa dari Makassar yang tercatat tidak pernah hadir di sekolah. Bahkan para siswa lain mengaku tidak mengenal mereka,” jelas Riska.
Kepala UPT Madrasah Aliyah swasta ( MAS ) yaspit Wahidah Bontojai, kabupaten Jeneponto Basriati,S.Pd ketika dikonfirmasi melalui nomor WhatsAppnya tidak ada jawaban dan kalau balasan Chat WhatsApp dengan tulisan Maaf pak, ini kasus sdhmi Diklarifikasi dn SDH dtg pak Kabid dr sekolah jd sdh tdk Adami lg masalah pak.
(Redaksi/Humas)













