Sidoarjo, Pilarbangsa.co.id. – Tradisi kenduri atau yang lebih dikenal dengan tumpengan sedekah bumi kembali digelar dalam rangkaian kegiatan tahunan Bersih Desa Pademonegoro, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan ini menjadi wujud rasa syukur masyarakat atas nikmat dan keberkahan yang diterima, sekaligus momentum mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Acara yang berlangsung khidmat tersebut diikuti warga dari Dusun Bogi dan Dusun Pademo, mulai dari tingkat RT hingga RW. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Pademonegoro, Isprianto, didampingi Sekretaris Desa Adi (Tiong), Kepala Dusun Bogi Tomi, Kepala Dusun Pademo Budi Tio, Babinsa dari Koramil Sukodono Dodik, Bhabinkamtibmas dari Polsek Sukodono, Kanit Intelkam Polsek Sukodono Usman, Edi Susilo, tokoh masyarakat, Ketua BPD, jajaran PKK, Karang Taruna, serta masyarakat Desa Pademonegoro.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Isprianto menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas partisipasi seluruh elemen masyarakat sehingga kegiatan Bersih Desa dapat terselenggara dengan baik. Ia berharap momentum ini tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan juga sebagai sarana memperkuat persatuan, menjaga kerukunan, serta melestarikan nilai-nilai budaya warisan leluhur.
“Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, tetapi juga mempererat silaturahmi dan menjaga tradisi yang telah menjadi identitas desa kita,” ujarnya.
Di sela-sela rangkaian acara, pemerintah desa juga menyampaikan sosialisasi terkait optimalisasi pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) Tahun 2026. Sebagai bentuk apresiasi, diberikan pula reward kepada warga yang secara rutin dan disiplin memenuhi kewajiban pembayaran pajak.
Acara inti ditandai dengan doa bersama dan prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur serta harapan akan keberkahan dan kemajuan bagi Desa Pademonegoro ke depan. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan yang terjalin dalam kegiatan tersebut semakin menegaskan kuatnya semangat gotong royong masyarakat setempat dalam menjaga harmoni dan pembangunan desa. (stna)













