JENEPONTO SULSEL Pilarbangsa.co.id
Ketua Dewan pimpinan pusat (DPP) Lembaga Swadaya masyarakat (LSM) pemberantasan korupsi dan penegakan keadilan (L-pk2 ) Ardi kulle meminta aparat penegak hukum (APH) Dalam hal ini polres Jeneponto dan kejaksaan negeri jeneponto untuk melidik proyek pengerjaan pengecoran pelebaran jalan poros jeneponto – malakaji

Ardi Kulle ketika ditemui di warkop Allu kecamatan Bangkala kabupaten Jeneponto kepada media menjelaskan, berdasarkan hasil investigasi Dilapangan proyek pengerjaan pengecoran pelebaran jalan poros Jeneponto-Malakaji baru beberapa Minggu usai dikerjakan sudah retak retak dan terbongkar sirtunya sehingga mengakibatkan adanya dugaan kerugian keuangan negara ratusan juta rupiah
Diduga pengecoran pelebaran jalan poros jeneponto-makaji baru beberapa minggu usai dikerjakan sudah retak retak dan terbongkar sirtunya disebabkan karena kurang campuran semen sehingga tidak terkontaminasi
Pengecoran pelebaran jalan tersebut lebar 1 meter dan kedalaman 15 CM terletak di dusun bulloe Utara desa bontomatene kecamatan Turatea kabupaten Jeneponto dan dusun paitana desa paitana kecamatan Turatea kabupaten Jeneponto
Makkaratang dg.gassing warga dusun Bulloe Utara desa bontomatene kecamatan Turatea kabupaten Jeneponto ketika ditemui dihalaman rumah nya Selasa (29/08/2023) kepada LSM L-pk2 mengatakan, pengerjaan pengecoran pelebaran jalan tersebut dikerjakan pada pertengahan bulan juni- Juli tahun 2023 dan baru beberapa Minggu dikerjakan sudah terbongkar sirtunya dan retak retak disebabkan karena pengaruh campuran semen kurang berkualitas
Pengerjaan pengecoran pelebaran jalan poros jeneponto -makaji ada dua (2) titik yang dikerjakan titik pertama di dusun bulloe desa bontomatene kecamatan Turatea volume kurang lebih satu (1) kilometer dan titik ke dua (2) di dusun paitana desa paitana kecamatan Turatea kabupaten Jeneponto sekitar 400 meter dan waktu dikerjakan proyek tersebut tidak ada papan proyek yang dipajang”Ujar Makkaratang Dg.Gassing’
Lanjut makkaratang dg.gassing menjelaskan, kontraktor yang mengerjakan proyek pengecoran pelebaran jalan tersebut orang dari kabupaten Bantaeng namanya Jarre dan waktu berlangsung pengerjaan pengecoran pelebaran jalan ini Jarre tinggal di rumah pengawasnya dikampung ini namanya H.Nurdin Dg.Naba(Djumatang)













