JENEPONTO Pilarbangsa.co.id
Sebanyak Enam kabupaten di provinsi Sulawesi Selatan menghadiri pembinaan penyuluh pertanian dan petani untuk mendukung peningkatan produksi padi dan jagung nasional bertempat di Stadion Turatea, kecamatan binamu, kabupaten Jeneponto, provinsi Sulawesi Selatan, Selasa 16 Januari 2024 jam 10.00 WITA
Adapun kabupaten di provinsi Sulawesi Selatan yang menghadiri kegiatan tersebut yakni, kabupaten Gowa, Takalar , Jeneponto,Bantaeng, Bulukumba dan Selayar
Hadir dalam kegiatan tersebut, menteri pertanian Republik Indonesia Dr.Ir.H.Andi Amran Sulaiman,MP, Dirjen Kementan RI, Pangdam XIV Hasanuddin, Mayor Jenderal Bobby Rinal Makmur, beberapa petinggi TNI, Pj Bupati Jeneponto, Pj Bupati Takalar, anggota DPRD Sulsel, Vonny Amelia, Unsur Forkopimda Pemkab Jeneponto Wakil Ketua DPRD Jeneponto, Irmawati Zainuddin
Penjabat (PJ) bupati jeneponto Junaedi B,Sos.,MH dalam sambutannya mengatakan,ijin pak menteri pertanian Republik Indonesia Dr.Ir.H.Andi Amran Sulaiman,MP saya melaporkan secara letak geografis enam kabupaten yang hadir pada hari ini semua pada berada pada di telapak kaki Sulawesi Selatan sekira kalau di analogikan pada tubuh manusia di refleksi di telapak kaki sekira Sulawesi Selatan akan kembali bapak Mentan
Secara letak geografis enam kabupaten di Sulawesi Selatan yakni kabupaten Jeneponto, Selayar, Bantaeng, Bulukumba,Gowa, takalar mayoritas petani
Saya kira beli HP, beli kendaraan saya kira bisa ditunda tetapi kalau kebutuhan makan itu tidak bisa di tunda pak menteri pertanian dan tadi saya sampaikan di mobil bahwa presiden sudah meresmikan bendungan Kareloe, bendungan pammukkulu dan bendungan jenelata tetapi ada persoalan bapak menteri yang lebih dibutuhkan oleh petani yaitu pupuk.pupuk di jeneponto sangat langkah bahkan sejak musim tanam hingga sampai sekarang pupuk urea bersubsidi kosong dipengecer dan petani saat ini menjerit,” Ujar Junaedi B,Sos.,SH

Mentan Andi Amran Sulaiman Mengasah Gerakan Percepatan Penanaman Padi di Jeneponto
Menteri pertanian Republik Indonesia (RI) Andi Amran Sulaiman dalam sambutannya menyampaikan, jika Indonesia ingin bersaing negara lain, maka pupuk harus tersedia.
Jika ingin menjadi negara super power, kita kuasai pangan dan bagaimana kita kendalikan pangan dunia serta kita beri makan pada dunia, pupuk harus tersedia,” Ujar Andi Amran Sulaiman.
Menurutnya, ketersediaan pupuk menjadi faktor utama dalam peningkatan produktivitas hasil pertanian.
Jika pupuk tersedia, kemudian kita gunakan teknologi dalam mengelola lahan pertanian, maka produktivitas pertanian akan meningkat dan kita akan mampu menekan impor beras,” Jelas Amran Sulaiman.
Andi Amran Sulaiman mengaku akan terus mendorong terus teknologi masuk ke sektor pertanian.
Mentan Andi Amran Sulaiman Mengasah Gerakan Percepatan Penanaman Padi di Jeneponto
“Doakan kami agar ke depan, kami akan beli besar-besaran, tahun ini anggarannya 14 triliun dan alat pertanian itu akan di bagikan kepada masyarakat seluruh Indonesia,” Ujarnya.
Terkait dengan pupuk, Mentan Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa Presiden RI, Joko Widodo telah merealisasikan anggaran untuk tambahan pupuk.
“Pupuk sudah ada tambahan, perintah bapak Presiden, ada tambahan 14 triliun, jadi sudah ada anggaran untuk tambahan pupuk, saya datang menghadap ke Presiden, saya katakan ijin Bapak Presiden, Petani menunggu pupuk, kalau kita berikan pupuk, petani selalu bersama kita melanjutkan pembangunan,” Ungkap Andi Amran Sulaiman.
(PEWARTA: DJumatang)













