JENEPONTO – Pilarbangsa.co.id. Kepala sekolah dasar ( SD) di kabupaten Jeneponto, provinsi Sulawesi Selatan mengeluhkan pembelian pengadaan buku mata pelajaran wajib 10 persen dari pagu anggaran dana biaya operasional sekolah ( BOS)
Menurut sumber, salah seorang kepala sekolah dasar ( SD) yang tidak mau disebutkan namanya di dalam pemberitaan kepada awak media menjelaskan, Pengadaan pembelian buku mata pelajaran wajib 10 persen dari pagu anggaran dana Bos dan dimasukkan di dalam aplikasi rencana kegiatan anggaran sekolah ( ARKAS)
Lanjut sumber salah seorang kepala sekolah dasar (SD) yang tidak mau disebutkan namanya menambahkan, kalau pembelian buku mata pelajaran kurang dari 10 persen di ARKAS maka pengajuan pengesahan tidak bisa dilakukan
Untuk kebutuhan mata pelajaran disekolah setiap hari untuk dipelajari oleh siswa pada saat jam pelajaran sudah lebih dari cukup, karena setiap tahunnya kita beli buku 10 persen dari anggaran dana biaya operasional sekolah (BOS) dan seharusnya pembelian buku mata pelajaran untuk dipelajari siswa disesuaikan dengan kebutuhan sekolah. Apalagi sekarang pembelajaran Itu sudah dianjurkan untuk pembelajaran digital dan sudah ada beberapa sekolah dasar ( SD) yang melaksanakannya,’ Ujar sumber .
Kebutuhan buku mata pelajaran untuk buku cetak untuk kelas 1 dan kelas 11 dirasa belum cocok dengan pengadaan buku yang sekarang karena kelas 1 dan kelas 11 masih pembelajaran mendasar tentang belajar membaca dan menulis
Adapun buku mata pelajaran yang dibeli / pesan melalui Aplikasi setiap tahunnya 10 persen dari besarnya dana Bos yang dikelola dalam satu kepala sekolah dasar (SD) dibuku tertulis kementerian pendidikan, kebudayaan Riset dan teknologi Republik Indonesia 2022 ,Buku panduan guru seni musik dan dan buku panduan guru ilmu pengetahuan alam dan sosial.
Pewarta : Jumatan












