MAKASSAR Pilarbangsa.co.id
Prof. Sukri Palutturi. S.KM., M.Kes.MSc. PH,pH.D selaku Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin dan ketua tim serta satu dosen AKK yakni St. Rosmanelly. S.KM,. M.KM beserta beberapa mahasiswa melakukan Focus Group Discussion kemitraan dengan Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulsel
Kegiatan FGD yang dilakukan senin (04/03/2024) ini dihadiri oleh beberapa Praktisi sosial Lansia di Kota Makassar seperti Dinas Sosial Sulsel, Tenaga Kesehatan Puskesmas Toddopuli, Kepala Sekolah Lansia, Kader dan penyuluh kesehatan PPKS Lansia Kota Makassar, Tokoh Agama sekolah lansia, Tim Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga, Jantung Sehat Indonesia dan Penduduk Lanjut Usia Kota Makassar
Pelaksanaan kegiatan FGD ini bertujuan untuk Menemukan indikator atau dimensi resep sosial sesuai dengan konteks lokal lansia di Kota Makassar.


Kegiatan ini dimulai dengan pemberian sambutan dan pengenalan konsep oleh Dekan FKM Unhas dan sekertaris BKKBN provinsi Sulsel Kemudian dalam hal ini tim peneliti FKM Unhas melakukan pengenalan Konsep model resep sosial yang menjelaskan tentang alur pelaksanaan resep sosial dan pentingnya model resep sosial, setelah itu sesi diskusi tentang indikator model resep sosial sesuai konteks lokal di Kota Makassar
Di tengah-tengah diskusi salah satu peserta yakni kepala sekolah lansia menyampaikan bahwa “saat ini kami mengacu pada 7 dimensi lansia tangguh yaitu Dimensi Spiritual, Dimensi Intelektual, Dimensi Fisik, Dimensi Emosional, Dimensi Sosial Kemasyarakatan, Dimensi Profesional dan Vokasional, dan Dimensi Lingkungan”
“Resep sosial ini sangat relevan dengan sekolah lansia kami berharap resep sosial ini bisa kita hadirkan di tengah-tengah masyarakat. Di kota Makassar sendiri pada data terakhir dari hasil pendataan keluarga terdapat 103.565 jiwa lansia. Lansia yang biasanya datang untuk konseling yang mereka keluhkan hanya masalah penyakitnya namun yg tidak kalah penting adalah masalah sosialnya atau kebahagiannya akankah mereka melewati usia-usia ini dengan penuh kebahagiaan, tanpa kecemasan. Kami berharap kedepannya resep sosial ini punya rumah lansia yang merupakan strategi inovatif yang hadir di tengah masyarakat lansia yang bukan hanya mengatasi masalah kesehatan tapi lebih kepada masalah sosial lansia” ujar penyuluh kesehatan lansia di Kota Makassar.
(Tim./Redaksi)













